#historytrip

7.236K Posts

7 hours ago

Saya diantar oleh The Han Tong ke sebuah rumah tua di Parakan yang oleh masyarakat sekitar disebut sebagai Rumah Gambiran. Disebut demikian karena rumah itu merupakan bekas kediaman seorang saudagar gambir Tionghoa kaya bernama Siek Oen Soei. Ia merupakan penerus bisnis gambir yang dirintis oleh moyangnya yang bernama Siek Hwie Soe. Siek Hwie Soe merupakan seorang perantau dari negeri Tiongkok yang tiba di Parakan tahun 1821. Setibanya di sini, ia bekerja kepada Loe Tjiat Djie di bisnis gambir. Kala itu, buah gambir digunakan sebagai pewarna pakaian. Setelah berhasil menikahi anak perempuan majikannya, bisnis gambir itu diwariskan kepadanya. Siek Hwie Soe kemudian mudik ke negeri asalnya. Kali ini, keponakannya bernama Siek Hwie Kie diajak merantau bersamanya. Bisnis gambir ini berjalan mulus. Keluarga Siek mendirikan sebuah firma bernama “ Hoo Tong Kiem Kie ” yang memperluas bisnisnya hingga ke Semarang. Nama “ Hoo Tong “ merujuk pada kampung asal leluhur keluarga Siek di negeri Tiongkok. Sepeninggal Siek Hwie Soe pada 1882, firma ini dibagi dua, yakni satu di Semarang dan satunya lagi di Parakan. Firma yang di Parakan dipegang oleh Siek Tiauw Kie yang kemungkinan dibawa ke Parakan oleh pamannya pada 1840. Siek Tiauw Kie memiliki beberapa istri dan dikaruniai tiga anak, Siek Kiem Tan, Siek Oen Soei, dan Siek Kiem Ing. Sepeninggal Siek Tiauw Kie yang meninggal dalam pelayaran dari Tiongkok ke Parakan, bisnis keluarga tadi semakin berkembang dengan terjunnya mereka ke bisnis perdagangan beras dan tembakau. Kisah selengkapnya dapat dibaca di " Pesona Pecinan Parakan, 'Tiongkok' Kecil di Kaki Gunung Sindoro " di blog saya : Jejakkolonial.blogspot.com #heritage #Tionghoa #Parakan #wisatasejarah #historytrip #heritageadventure #adventure #trip #story #history #nationalgeographicindonesia #myheritagetrip